Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

didjadikan tanggoengan-oetang, sekalipoen roemah-roemah atau tanam-tanaman itoe beloem selesai. Ketentoean ini adalah mengoentoengkan sekali bagi Boemipoetera, sebab bilamana Boemipoetera hendak mendirikan roemah atau bertjotjok tanam di tanahnja sendiri, tetapi tidak mempoenjaï oewang tjoekoep oentoek itoe, maka marékaitoe boléhlah mendjadikan roemah-roemah, jang akan didirikan atau tanam-tanaman jang akan ditanamkan itoe tanggoengan-oetang. Tetapi ketentoean itoe bagi pemberi oetang ada berbahaja sedikit. Sebab tanah jang didjadikan tanggoengan-oetang tetap diberati dengan tanggoengan itoe, mesti barang itoe pindah (K. 2) ke tangan sijapapoen; akan tetapi tanggoengan-oetang atas roemah-roemah dan tanam-tanaman tidak lakoe lagi, bilamana roemah-roemah atau tanam-tanaman itoe telah djatoeh ke tangan orang lain, atau dipindahkan dari tanah tempat ija ada, didirikan atau ditanamkan ketika didjadikan tanggoengan-oetang (K. 29). Maka kewadjiban pemegang tanggoengan-oetang mendjaga, soepaja barang jang didjadikan tanggoenganoetang tidak dapat lepas dari tanggoengan itoe. Dari sebab itoe maka adalah ketentoean (K. 18), jang memboléhkan pemegang tanggoengan-oetang memohonkan kepada Kepala pemerintahan senegeri soepaja ija dikoewasakan mengoepajakan sendiri soepaja haknja itoe djangan hilang djika perloe dengan pertolongan Pemerintah 'oemoem.

Poen amtenar jang menghadiri memboewat akte diwadjibkan, pada waktoe mengadakan tanggoengan-oetang memberi ingat kepada pemberi tanggoengan-oetang jang bila ija dengan sengadja hendak meiepaskan sebagian atau semoewa dari barang jang ditanggoengkan itoe, maka ija akan dipersalahkan memboewat kedjahatan jang boléh dihoekoem sampai doewa tahoen lamanja (Kitab oendang-oendang Hoekoeman pasal 404, 4°).

Dengan mengetjoewalikan roemah-roemah dan tanamtanaman jang terseboet diatas, maka tanggoengan-oetang itoe hanjalah boléh diberatkan atas harta benda jang telah ada dan mendjadi milik si pemberi tanggoengan, sehingga misalnja tanah, jang diharap orang akan diwarisinja atau jang hendak dibelinja, tidak dapat didjadikan tanggoengan-oetang (K. 9).

No. 35/B.B. 2

Sluiten