Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

28. Pengawasan atas amtenar ; jang bersang- j koetan.

Tetapi walaupoen demikijan merékaitoe tentoe akan soeka djoega mendapat ganti keroegian itoe.

Pasal 18.

Pengawasan atas pekerdjaan jang diserahkan kepada amtenar jang dimaksoed dalam pasal 9 ditanggoengkan pada pegawai Negeri jang ditoendjoekkan oléh Kepala pemerintahan daérah boewat itoe.

Pasal 19.

Pegawai Negeri jang dimaksoed dalam pasal jang baroe laloe sekoerang-koerangnja mesti satoe kali dalam satoe tahoen, dan kalau dipandangnja perloe beroelang-oelang, datang di kantor tijap-tijap amtenar jang ta'loek pada pengawasannja, oentoek memeriksa naskah-naskah, jang dalam pada waktoe itoe telah diboewat dan membandingkannja dengan register-register, soepaja dapat diketahoei, adakah peratoeran firman Radja tanggal 6 Juli 1908 No. 50 (Staatsblad Hindia No. 542) dan peratoeran dari ordonansi Jtti'ditjoekoepi dengan patoet.

(2). Pemeriksaan jang baroe dilakoekan itoe diperingatkan dalam register dengan menjeboetkan banjaknja akte jang diboekoekan dalam register itoe sampai waktoe pemeriksaan jang terachir itoe; sedang keterangan jang diboewat menoeroet pasal 9 di boengkoesan naskah, setelah diperiksa, oléh pegawai Negeri jang diwadjibkan mengawasi, diberi bertanda „telah dilihat dan kedapatan tjotjok."

Pasal 20.

(1) . Bilamana didapatnja ada soewatoe pelanggaran, maka pegawai negeri jang mengawasi itoe memboewat porsés-perbal dari hal itoe dan memperingatkan pendapatannja itoe di naskah akte, jang bersangkoetan dengan hal itoe.

(2) . Satoe salinan dari porsés-perbal itoe diberikan kepada orang jang memboewat pelanggaran itoe.

Sluiten