Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

PENDAHOELOEAN.

L Telah beberapa lamanja orang-orang partikoelir di tanah Hindia-Belanda mentjoba mentjahari keoentoengan menanam tanam-tanaman jang kasilnja dapat didjoewal di pasar-doenija Éropah, ja'itoe dengan memboeka tanah-tanah, jang terhitoeng masoek tanah-lepas (*) jang amat sangat loewasnjar jang lagi menoenggoe orang-orang jang hendak memboeka dija.

2. Tatkala kekoewasaan Pemerintah-Belanda baroe ditetapkan kembali, tanah-tanah itoe — jang teroetama di tanah ï)jawa — lazim diperséwakcm, akan tetapi hal menjéwakan tanah itoe diperhentikan, setelah Peratoeran Tanam-tanaman (cultuurstelsel — van den Bosch) moelaï mendjadi besar paédahnja.

3. Sedjak pemerintahan Toewan-Besar Goebernoér-Djenderal Duymaer van Twist (1851—1856) tanah-tanah hoetan itoe diberikan lagi oentoek diséwa, meskipoen hal ini beloem diatoer pada oendangoendang 'oemoem.

4. Ta' lama setelah Toewan-Besar ini berhenti, menoeroet pasal 62 kal. 3 dari Reglemèn-Pemerintah jang ditetapkan pada tahoen 1854, dikeloewarkanlah firman-radja (Staatsblad 1856 No. 64), akan menetapkan peratoeran-peratoeran penjéwaan tanah-tanah Goebernemén oléh Toewan-Besar Goebernoer-Djenderal.

(') Tanah-lepas maksoednja dalatn oendang-oendang ini, ja'itoe tanah, jang tyada diboeka oléh Boemipoetera dan tijada terhitoeng masoek pangonan 'oemoem atau tijada masoek bagian tanah désa karena sebab-sebab lain, dan dipakai hanjalah oléh pendoedoekpendoedoek désa itoe sadja dengan mengetjoewalikan pjndoedoek désa lain-lain.

Sluiten