Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

SJARAT-SJABAT.

Permohonan tanah oentoek dipak toeroe n-t emoeroe n.

§ 1.

Soerat-soerat (1) Soerat-soerat permohonan tanah oentoek dipermohonan pak toeroen-temoeroen haroes dioendjoekkan kepada tanah oen- Kepala^kerésidéhan, jang bersangkoetan dengan hal towoen-te^ ^ dan disertai' bai^ olél1 soewatoe soerat-oekoeran moeroen ha-jang diboewat oléh seorang pengoekoer-tanah (landrots dioen- meter) jang berhak, dengan soewatoe peta, baik didjoekkan ke- sertaï soewatoe bagan (schetsteekening) jang sebo^erésldénsm ték-^oléhnja diboewat dengan teliti, tentang letaknja jan«- beisang-^an hatas-batasnja tanah jang dipohonkan.

hoetan dengan hal ini.

lampiranlampiranjang' mesti disertakan pada soerat-soerat permohonan itoe

Soerat permohonan jang teroendjoek kepada Pemerintah haroes ditoelis diatas kertas sègel (ƒ 1.50); kertas sègel itoe tijada perloe dipakai bilamana dipesertakan soewatoe soerat kemiskinan, jang haroes dioendjoekkan kepada Eésidén djoega. . .

Jang haroes diseboetkan dalam soerat permohonan itoe:

le. nama, hoeroef pangkal nama, pekerdjaan atau pangkat jang memohon tanah tadi, bilamana si pemohon seorang-orang; akan tetapi kalau badan-badan-hak (rechtspersoon) jang memohonkan itoe, haroee diseboetkan nama dan tem pat kedoedoekannja; dan bilamana si pemohon memohonkan oentoek orang lain, haroeslah dioendjoekkan atau diseboetkan djoega soerat pengoewasaan orang lain itoe.

(Bagian-bagian keradjaan jang mempoenjaï dan mengoewasaï oewangnja sendiri, disamakan dengan badan-badan-hak teristiméwa ini,

Oentoek pegawai-pegawai-negeri terpakai sjarat-sjarat larangan dari Staatsblad 1904 No. 199); 2e. keterangan, entah:

a. si pemohon telah sampai 'oemoer atau beloem,

Sluiten