Geen zoekvraag opgegeven

Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

BAB II.

HAK DAN KEWADJIBAN PEMEGANG PAK-TOEROEN-TEMOEROEN.

Maka bab jang tadi dianggap perloe ditambah dengan satoe bab tentang hak dan kewadjiban pemegang pak-toeroen-temoeroen, apalagi sebab prijaji-prijaji dalam pekerdjaannja kerap-kali bersangkoetan dalam bermatjam-matjam hal dengan merékaitoe. Keterangan sedjelas-djelasnja tentang -halhal ini jang mana jang boléh didjalankan, jang mana tijada, dianggap perloe sekali, soepaja prijajiprijaji mendjalankan kewadjibannja dengan sesoenggoehnja.

s

Hak dan kewadjiban pemegang pak-toeroen-temoeroen di tanah Djawa dan Madoera dilindoengi:

Pertama: oléh firman-hoekoem-tanah (St. 1870 No. 118) 0);

Kedoewa: oléh ordonansi dalam Staatsblad 1872 No. 237a, seperti telah dioebah, ditambah atau disijarkan lagi (setelah ditambah) dalam Staatsblad 1913 No. 699 (3).

Ordonansi-ordonansi ini hanjalah goena tanah-tanah persil setelah ditetapkan diberikan sebagai pak-toeroen-temoeroen. (Soerat édaran Direktoer Pemerintahan-dalam-Negeri dari 28 Januari 1914 No. 745) atau ta'loek kepada ketentoean itoe.

(") Dipéndékkan F. H. T.

(2) Pasal-pasal jang terseboet pada sisi dan tijada diterangkan lagi, menoendjoekkan Staatsblad ini.

Sluiten