Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Pasal 4.

Hembatalkan (1) Dengan tijada mengoerangi segala perdjankak pak-toe-djian-perdjandjian teristiméwa jang terseboet pada roen-lemoe- SOerat-akte pak-toeroen-temoeroen, maka menoeroet pasal 1 dari ordonansi ini Toewan-Besar GoebernoerDjenderal boléh membatalkan hak pak-toeroen-temoeroen jang telah diberikan, bilamana:

a. hak itoe diserahkan kepada orang lain tijada dengan izin Kepala-kerésidénan.

b. lantaran dibagi-bagi sebab jang pegang pak-toeroen-temoeroen meninggal doenija atan sebab lain-lain.

c. tijada mentjoekoepi kewadjiban pemegang pak toeroen-temoeroen, sebab ija telah diberi bantoean beroepa oewang menoeroet pasal 2 jang terseboet. tadi.

1. Bekas pemegang pak-toeroen-temoeroen (atau jang djadi gantinja) boléh mengambil segala perboewatan di tanah itoe dalam seboelan sehabisnja soerat pembatalan hakim diberi-tahoekan kepadanja; maka Bésidén boléh memberi témpoh lebih dari seboelan itoe.

2. Bilamana oentoek mendirikan perboewatan itoe ija mendapat pemindjaman-pertanian, dan pemindjaman itoe beloem diloenaskan semoewanja, maka ta'boléhlah ija mengambil perboewatan (roemah-roemah, bangsal-bangsal dan sebagainja), jang diatas tanah itoe, berhoeboeng dengan perdjandjian jang ditentoekan waktoe memboewat pemindjaman itoe, ja'ni bahwa perboewatan-perboewatan itoe mendjadi kepoenjaan Negeri sebeloem diloenaskan pemindjaman itoe.

3. Setelah diloenaskannja oetang tadi maka diperoléhnja lagi kekoewasaan akan mengambil perboewatan-perboewatan itoe.

4. Perboewatan-perboewatan jang beloem diambil pada penghabisan témpoh pak, mendjadi kepoenjaan Negeri.

5. Apa jang terseboet pada No. 1, 2, 3 dan 4 didjalankan djoega, bilamana i«in melandjoetkan témpoh pak tijada diberikan, ja'ni djikalau tanah ta' dipergoenakan seperti kemaoean Pe-

Sluiten