Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

bila ditoeliskan sadja, bahwa tanah itoe seantéronja atau sebagian hoetan atau hoetan djati atau hoetan kajoe rimba (dengan tijada menjeboetkan bangsa pohon-pohonnja), atau beloekar, atau alang-alang atau gelagah dan sebagainja.

2°. bahwa tanah-tanah itoe tentang pasal 9 dari Stbld. 1872 No. 116 demikijan kedoedoekannja:

a. bahwa tidak ada orang lain jang berhak atas tanah itoe, atau ada beberapa bagian jang soedah diboeka, atau pekarangan atau empang atau pohon boewah-boewahan, dan seb., jang diterangkan pada lampiran C dan diterangkan lebih landjoet dalam peta A, sedang jang berhak atas tanah

itoe menerangkan meiepaskan tanah itoe dengan ganti keroegian f i

b. bahwa tanah itoe, menoeroet 'adat dan kebijasaan Boemipoetera tijada dipandang seperti tanah soetji, atau, di tanah itoe terdapat koeboeran, jang haroes dioekoer dan koeboeran itoe hendaklah selaloe boléh didatangi orang;

telah

c. bahwa tanah itoe diasingkan dipergoenakan djadi pasar atau pekerdjaan 'oemoem;

d. bahwa disitoe m^\d& terdapat keboen kopi, jang ditanam dengan perintah jang berkoewasa,

bahwa disitoe terdapat poela pohon

kopi jang ditanam sesoeka-soeka (monosoeko),

j • . tidak maoe

dan jang poenja —^ meiepaskan dija

dengan ganti keroegian seperti jang ditentoekan dalam lampiran C (*);

e. bahwa disitoe ^.^ada terdaPat hoetan djati

(-) Lihatlah Stbl. 1910 no. 163: „hak-memetik" No. 7/B.B.

Sluiten