Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

PENDAHOELOEAN.

Maka sedjak dahoeloe kala di poelau Djawa dan di tempat-tempat lain di kepoelauan Hindia ini oléh Radja-Radja dan pembesar-pembesar dipintalah dari pendoedoek Boemipoetera rodi badan, jang diwadjibkan kepadanja; banjaknja dan matjamnja rodi itoe tijada dapat dihitoeng.

Maka bija dengan pekerdjaan itoe diambil djoega oléh Goebernemén Hinda Belanda pada tahoen 1816, waktoe ija menetapkan alasan, bagaimana tanahtanah ini akan diatoer pemerintahannja.

Hal-hal ini diatoer dalam berbagai-bagai „Reglemén-Pemerintah" (Regeeringsreglement); paling belakang diatoer dalam Reglemén-Pemerintah tahoen 1854, pada pasal 57, jang menetapkan bahwa Toewan Besar Goebernoer-Djenderal diwadjibkan mengatoer roepa dan lamanja rodi badan, jang diwadjibkan atas anak-anak Boemipoetera. Lain daripada itoe ditetapkannja djoega dalam hal mana dan bagaimana serta dengan perdjandjian apa rodi badan itoe akan diwadjibkan atasnja. Segala hal-hal ini hendaklah diatoer oléh Toewan Besar Goebernoer-Djenderal menoeroet kebijasaan dan 'adat dan keperloean.

Sjahdan pada pasal itoe diatoer djoega, bahwa peratoeran-peratoeran peri hal rodi badan, diperiksa dan dioebah oléh Toewan Besar Goebernoer-Djenderal lima tahoen sekali boewat tijap-tijap kerésidénan, dengan maksoed, soepaja lambat-laoen sebagian-sebagian dari rodi badan itoe dapat dikoerangkan menoeroet keadaannja keperloean 'oemoem.

Peroebahan jang aehir sekali ditetapkan pada Staatsblad 1914 No. 101 boewat kerésidénan Banten, Tjirebon, Pekalongan, Semarang dan afdeeling Krawang dari kerésidénan Betawi; ditetapkan pada Staatsblad

Sluiten