Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

1915 No. 21 j° 1918 No. 334 boewat kerésidénan: Pasoeroean, Kediri, Madioen, Besoeki, Sóerabaja dan Madoera; dan ditetapkan pada Staatsblad 1916 No. 66, boe wat kerésidénan Prijangan, Banjoemas dan Kedoe; maka pada Staatsblad 1914 No. 316 ditetapkan boewat pertama kali peratoeran dari rodi-rodi boewat pendoedoek-pendoedoek Boemipoetera dari tanah-tanah partikoelir jang diteboes djadi tanah ■Goebernemén lagi, ja'itoe tanah partikoelir dalam afdeeling Kota Betawi dan Kota-kota Moeka Betawi, afdeeling Tanggerang, Meester-Cornelis dan Bogor dari kerésidénan Betawi.

Maka pada oendang-oendang ketjil jang terseboet, Todi-rodi, jang diwadjibkan atas pendoedoek Boenüy poetëra sampai waktoe, dikoerangkan sampai tiga "bagian, ja'itoe:

I. akan menolak bahaja-bahaja 'alam atau mendja-

oehkan bahaja 'oemoem (goegoer goenoeng); II. membawa orang-orang dan balatentara dalam

perdjalanan dan barang-barangnja; III. memboewat atau membaharoei dan membetoelkan

keroesakan-keroesakan besar dalam pekerdjaan

pengairan (irrigatie). Bodi-rodi terseboet pada II dan III hanjalah diwadjibkan dengan bajaran, itoepoen djikalau dengan bajaran jang patoet tijada djoega boléh didapat tjoekoep koeli-koeli bijasa.

Dalam Bijblad-bijblad No. 8031, 8211 dan 8487 ditentoekanlah peratoeran boewat mendjalankan oendang-oendang ketjil, jang terseboet diatas. Oendang-oendang ketjil dan peratoeran itoe diterangkan pada bab II dari boekoe ini.

Hal mengatoer rodi désa tijada diserahkan kepada pemerintahan, ketjoewali peratoeran-peratoeran, jang dianggap perloe diadakan boewat mendjaga, soepaja rodi itoe tijada berlebih-lebihan, atau akan mengoerangi dija.

Achirnja perihal rodi tanaman (cultuurdiensten), jang masih didjalankan pada tahoen-tahoen belakang

Sluiten