Geen zoekvraag opgegeven

Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

c. dalam kerésidénan Pekalongan: orang-orang jang mempoenjaï tanah peladangan, pekarangan atau keboen;

d. dalam kerésidénan Tjirebon: orang-orang jang mempoenjaï tanah peladangan, pekarangan atau

' keboen; dan djoega dalam afdeeling-afdeeling Tjirebon (ketjoewali contróle-afdeeling Koeningan) dan Indramajoe djoega dalam distrik Badjagaloeh, Djatiwangi dan Madjalengka (ketjoewali 1.1. désa, jang doeloe masoek bagiaH*<Ü&tfik MadM: sekalijan orang-orang jang mempoenjaï roemah dan orang-orang jang iï0iï disitoe dengan kehidoepan sendiri;

e. dalam kerésidénan Semarang: orang-orang jang mempoenjaï tanah peladangan, keboen atau pekarangan, dan djoega dalam distrik-distrik Semarang, Kendal, Kaliwoengoe dan Wéleri: sekalijan orang-orang jang menpoenjaï roemah dan jang dijam disitoe dengan penghidoepan sendiri; di iboe-kota dari afdeeling-afdeeling Pati, Koedoes dan Djepara, dan di iboe-kotanja distrik-distrik Djoewana: sekalijan orang-orang jang mempoenjaï roemah dan kepala-kepala roemah-tangga jang berdiri atas sendirinja dan mempoenjaï penghidoepan sendiri;

f. dalam kerésidénan Banten: sekalijan kepala-kepala roemah-tangga, jang laki-laki dan koewat, jang berdiri atas sendirinja.

Jang diseboetkan mempoenjaï tanah peladangan menoeToet maksoed pasal 1 § 1 dari ordonansi dalam Staatsblad 1914 No. 101 ja'itoe orang-orang jang mempoenjaï sawah poesaka atau tegalan poesaka, atau mempoenjaï sesoewatoe hak barang atas tanah itoe, atau mempergoenakan sesoewatoe bagian dari sawah-sawah kradjan atau tegalan-tegalan kradjan.

Apa jang, terseboet pada ajat tadi djoega ditetapkan boewat orang-orang jang mempoerifü empang-empang, pekarangan atau keboenkeboen.

Pada perkataan aé&r ini maka dalam ke-

Sluiten