Geen zoekvraag opgegeven

Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

1. sekalijan ra'ijat-ra'ijat koewat jang telah kawin;

2. djanda-djanda laM-laki (doeda), jang mempoenjaï anak perempoewan sampai 'oemoer beloem berlaki, atau anak laki-laki sampai 'oemoer beloem berbini, dan boléh dianggap ra'ijat koe wat;

3. selah satoe dari anak laki-laki sampai 'oemoer jang beloem berbini, dan teranggap telah mendjadi ra'ijat koewat serta masih dijam bersama iboenja, jang telah djadi djanda atau bapanja jang tijada terhitoeng ra'ijat koewat. Ketjoewali kalau dalam seroemah itoe djoega ada sesoewatoe anak, jang sampai 'oemoer dan telah berbini, jang teranggap ra'ijat koewat djoega atau menantoe lakilaki jang telah mendjalankan rodi menoeroet ajat 1.

Jang diseboetkan mempoenjaï tanah pëladangan, menoeroet maksoed pasal 1 § 1 dari ordonansi dalam Staatsblad IfiÖtt) No. 131, ja'itoe orang-orang, jang mempoenjaï sawah poesaka, tegalan poesaka, atau empang poesaka atau mempoenjaï sesoewatoe hak barang atas tanah-tanah ÜBe, atau jang mempergoenakan sesoewatoe bagian dari sawah-sawah kradjan atau tegalan-tegalan kradjan.

Apa jang terseboet pada ajat tadi djoega ditetapkan boewat orang-orang jang mempoenjaï empang-empang, pekarangan-pekarangan atau keboen-keboen. Pada perkataan acbir ini maka dalam kerésidénan Pasoeroean terhitoeng djoega hoetan-hoetan nipah atau remboeloeng dan keboen-keboen kopi monosoeka, djika keboen-keboen itoe diboewat tidak lantaran mengganti tanaman paksaan, dan dalam kerésidénan Soerabaja terhitoeng djoega hoetan-hoetan nipah (Bijblad No. 8211 pasal 1).

Staatsblad jang diwadjibkan mendjalankan rodi:

11916 No. 66. a. dalam kerésidénan Prijangan: orang-orang jang

mempoenjaï tanah peladangan, empang (sitoe),

pekarangan atau keboen; b. dalam kerésidénan Èanjoemas: orang-orang jang

Sluiten