Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

3. Kantjil dengan boeroeng ketitir.

Pada soeatoe hari bertemoelah seekor kantjil dengan seekor boeroeng ketitir sedang mentjari-tjari makan ditepi danau. Maka kata kantjil kepada boeroeng ketitir: „Hai saudarakoe ketitir, marilah kita berlajar sampai keseberang danau ini!" Djawab boeroeng ketitii . „Dengan apa kita berlajar?" Sahoet kantjil: „Dengan kerak nasi." Maka kata boeroeng ketitir: „Baiklah!

Maka berlajarlah kantjil dengan ketitir itoe diatas kerak nasi. Tiba ditengah-tengah danau itoe, maka dimakan kerak itoe olêh kantjil; jjikirnja soepaja boeroeng ketitir itoe bolêh mati terbenam. Serta teilihat olëh boeroeng ketitir kerak nasi itoe hampir akan habis, maka terbanglah ia. Tinggal kantjil itoe seorang diatas kerak itoe. Kerak itoepoen imkin lama makin berat. Kantjil itoe soedah hilang 'akalnja. Tlaka lama antaranja maka terbenainlah kantjil dengan kerak nasi itoe; mati lemas sekali.

Pada soeatoe hari adalah seekor andjing bei djalan \ kesana kemari akan mentjahari makanan. Tiba-tiba dilihatnja ditengah djalan sekerat daging. Maka soeka hatinja boekan boeatan, laloe berkata ia dalam batinja: „Langkah baik sehari ini! Sebagai beroleh doerian roentoeh; poetjoek ditjinta, oelam datang.

Maka digonggong andjing itoe daging itoe, hendak

4. Andjing jang loba.

Sluiten