Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

pada doesoen itoe seorang perempoean ; soeaminja tiada diroemah. Baharoe kami sampai, maka soeaminja poen datang. Kata perempoean itoe kepada soeaminja: „Ada doea orang djamoe datang kepada kita!" Demi didengarnja kata isterinja demikian itoe, maka iapoen membawa seëkor oenta, laloe d^feembelihnja serta dipermasakkannja. Setelah soedah masak, maka kami makan setengah dari pada daging oenta itoe. Pada keësokan harinja disembelihnja poela seëkor oenta; katanja: „Toeanhamba makanlah daging oenta, jang hamba masak ini!" Maka sahoet kami: „Bahwa jang toean sembelih semalam itoe poen, belöem habis kami makan!" Maka djawabnja: „Bahwa sesoenggoehnja tiada pernah hamba memberi akan djamoe daging jang soedah bermalam!" Maka berhentilah kami tiga hari disitoe, sebab pada ketika itoe hoedjan terlaloe lebat, tiada berkepoetoesan. Tiap-tiap hari disembelihnja djoega seëkor oenta akan makanan kami.

Tatkala kami hendak berdjalan, laki-laki itoe tiada diroemah. Maka kami tinggalkan diroemahnja seratoes dinar, serta kata kami kepada isterinja: „Kami hendak kembali; toeanhamba minta ma'aflah akan kami, kepada soeami toeanhamba!"

Maka kami berdjalanlah dari sitoe. Tatkala matahari tengah naik, tiba-tiba kami dengar seorang lakilaki berseroe dibelakang kami; demikian boenji seroenja: „Mengapa kamoe beri akan dakoe harga perdjamoeankoe itoe?" Maka kami berhentilah. Setelah bertemoe dengan kami, maka katanja: „Ambil djoega dinar ini; kalau tiada kamoe maoe mengambilnja, nistjaja

Sluiten