Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

roeng dara doea ëkor, gemoek toeboehnja dan beloem ia dapab terbang; lagi poela pintoe koeroengan itoe terboeka. Maka dengan rakoesnja koetjing itoe tiada tahoe menahan lobanja dan nafsoenja jang amat sangat, serta ia koerang ingat dan koerang hati-hati, tiada diperiksanja kalau-kalau ada orang jang melihat akan dia. Maka koetjing itoe masoek kedalam koeroengan itoe. Akan tetapi tiada sampai maksoednja, sebab segala kelakoeannja itoe dilihat olëh jang empoenja boeroeng dara itoe. Maka dengan segeranja ditoetoepnja pintoe koeroengan itoe, sehingga koetjing itoe tiada bolëh lari; laloe didjeratkannja lëhër koetjing itoe, digantoengnja pada pendjoeroe koeroengan itoe.

Setelah koetjing itoe mati, maka toeannja berdjalan-djalan datang ketempat itoe dan dilihatnja koetjingnja mati tergantoeng. Maka oedjarnja: „Hai pentjoeri jang tjelaka! Mengapa engkau terlaloe rakoes, hendakkan makanan jang ënak-ënak dan banjakbanjak? Djikalau kiranja engkau sabar dan hendakkan rezeki jang tjoekoep sadja, nistjaja djaoehlah engkau dari pada tempat bahaja ini."

13. Seorang jang beladjarkan bahasa 'Ibrani.

Adalah seorang pertapa; pada siang hari ia poeasa dan pada malam hari berboeat 'ibadat ia akan Allah ta'ala; dan akan segala perintah kerdja doenia ini telah ditinggalkannjalah. Maka pada soeatoe hari datanglah seorang kepadanja. Maka terlaloe amat soe-

Sluiten