Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

„Bisoekah engkau?" Maka menganggoekkan kepalanjalah si Miskin itoe, seolah-olah mengiakan kata toean kadi itoe.

Maka kata orang bangsawan itoe: „Sekali-kali tiada bisoe si tjelaka ini; berdoesta ia, toean kadi! Lebih dari pada seperempat djam laraanja ada hamba mendengar ia berteriak. „Djaga, djaga! Hëmat-hëmat!" teriaknja. Beranikah engkau menidakkan itoe, hai tjelaka?"

Maka djawab si Miskin itoe: „Ampoen, beriboe kali ampoen, toean kadi! Sekarang ini telah toeankoe sendiri mendengar, bahwa tiada dengan salah patik badjoe itoe kojak, sebab selaloe patik berteriak: „Djaga, djaga! Hëmat-hëmat."

Maka si Miskin itoe disoeroeh lepaskan olëhkadi itoe; akan tetapi orang bangsawan itoe disoeroehnja dera doea poeloeh lima kali. Maka bermakan benarlah pengadjaran itoe; semendjak hari itoe dari djaoeh orang bangsawan itoe soedah menjisi, apabila dilihatnja datang seorang oepahan membawa beban.

15. Geroendang dengan radja.

Adalah seëkor geroendang jang hendak pergi mengalahkan seorang radja. Maka berdjalanlah ia menoedjoe roemah radja itoe. Maka ditengah djalan berdjoemPalah ia dengan seëkor poejoeh. Maka bertanja poejoeh itoe kepada geroendang, katanja: „Hai geroendang! Hendak kemana toean?" Maka sahoet geroendang itoe: „Hamba hendak pergi mengalahkan radja

Sluiten