Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

apa kerdjanja, melainkan berdiri sadja dibalik loemboeng menëngok-nëngok perboeatan kawannja. Tiada berapa lama antaranja, matilah radja itoe Demikianlah 'akal binatang itoe mengalahkan dia.

16. Si pendjala.

Adapoen pada soeatoe hari Soeltan Chosroe bersama-sama dengan isterinja doedoek diatas pesêban. Maka dilihat Baginda seorang pendjala lagi mendjala; Baginda itoepoen kasihan melihat pendjala itoe. Maka disoeroeh Baginda panggil. Si pendjala itoepoen datanglah dengan takoetnja dan hormat taiimnja kehadapan Soeltan Chosroe. Maka Baginda mengoerniakan kepadanja beberapa dirham emas. Setelah itoe maka Baginda poen bertitah: ,,Poelanglah engkau keroemahmoe; belandjakan oeang jang koeberi kepadamoe ini!"

Maka pendjala itoepoen menerima anoegerah radja itoe; soeka hatinja tiada terperikan lagi, sebab berolëh oeang mas sebanjak itoe. Maka pendjala itoe bermohon, laloe berdjalan keloear hendak poelang keroemahnja. Maka sekonjong-konjong goegoerlah ditengah djalan oeang pendjala itoe satoe dirham emas. Maka dengan segeranja dipoengoetnja serta dimasoekkannja kedalam boengkoesannja.

Demi isteri Soeltan Chosroe melihat kelakoean pendjala itoe, maka berkatalah ia kepada Baginda: „Ja kakanda! Lihatlah pendjala jang bachil itoe; karena oeangnja satoe dirham goegoer, maka ia berlelahkan dirinja memoengoetnja. Tiadakah sampai oeang jang

2

Sluiten