Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

tiada akoe membeli emas. Emas ini ambillah olëhmoe!" Maka djawab orang jang mendjoeal kampoengnja itoe: „Adapoen tanah itoe telah koedjoeal kepada engkau; maka barang apa jang engkau dapat dari dalam tanah itoe, karoenia Allah ta'ala akan dikau. Ambillah olëhmoe emas ini!" Maka kata orang jang membeli tanah itoe: „Tiada akoe maoe, karena tiada akoe beli emas ini, melainkan tanah djoega jang akoe beli."

Maka djadiiah perselisihan antara kedoea orang itoe, sebab kedoeanja tiada maoe menerima emas itoe. Maka pergilah merëka itoe bersama-sama menghadap Radja Noesjirwan 'Adil itoe serta mempersembahkan segala hal ihwalnja, dari pada permoelaannja sampai kepada kesoedahannja. Setelah didengar olëh Radja Noesjirwan akan sembah merëka itoe, maka terlaloelah soeka hati Baginda; laloe Baginda bertitah: „Adakah kamoe kedoeanja mempoenjaï anak?" Maka sembah seorang dari pada merëka itoe: „Ja toeankoe Sjah lalam! Anak patik ada seorang laki-laki." Dan sembah seorang lagi: „Ja toeankoe Sjah 'alam! Anak patik ada seorang perempoean." Maka titah Baginda: „Akoe kehendaki dikawinkan kedoeanja itoe, soepaja emas ini djangan loepoet dari pada kedoea kamoe." Maka didjoendjoeng olëh kedoea orang itoe akan titah Radja Noesjirwan 'Adil itoe.

Kata orang jang mengarang tjeritera ini: „Djika pada zaman kita ini ada perselisihan seperti jang demikian itoe, ta' dapat tiada radja itoe akan bertitah : „Adapoen emas jang engkau dapat didalam tanah itoe, jang membeli boekan jang empoenja dia dan

Sluiten