Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

jang mendjoeal poen boekan jang empoenja dia, me'lainkan akoelah jang empoenja emas itoe; karena akoe zilloe'llah fi'l'alam." Maka sembah segala menten poen: „Ja toeankoe Sjah 'alam! Benarlah seperti titah doeli jang mahamoelia itoe, dan baik djoega toeankoe soeroeh periksa, barangkali banjak lagi jang lain didapatnja didalam tanah itoe."

Adapoen akan orang jang mendapat emas itoe, nistjaja bala jang besar, menimpa diatasnja.

18. Kera jang kedinginan.

Ada soeatoe boekit, banjak kera diam diatasnja. Pada soeatoe malam, setelah boelan masoek, 'alam poen kelamlah, maka bertioeplah angin nboet terlaloe amat kentjang dengan hoedjan terlaloe lebat Maka kera itoepoen kedinginanlah, gemetarlah segala toeboehnja, mentjahari tempat hendak berlindoeng. Maka lapoen lari kepada sepohon kajoe, bertedoeh dengan hoeroe-

hara boenjinja.

Tatkala itoe maka dilihat oléh kera itoe tjendawan

toemboeh, roepanja bernjala-njala seperti api;ma a dihimpoenkannja ranggas kajoe, ditimboenkannja keatas tjendawan itoe. Maka ditioepnja, disangkanja api itoe hendak beroenggoen. Maka segala kelakoean era itoe dilihat olëh seSkor boeroeng diatas boekit itoe.. Maka berkata boeroeng itoe: „Hai kera! Djangan engkau berlelah-lelah menioep tjendawan itoe; boekannja api." Dengan soeara jang njanng ia berkata,

Sluiten