Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

19. Si Pemandjat.

Ada seorang, si Pemandjat namanja. Tiap-tiap han kerdjanja raemandjat sadja. Pada soeatoe hari si Pemandjat' itoe pergi berdjalan-djalan kekampoeng mentjahari orang jang hendak menjoeroehkan dia menoeroenkan boeah njioer. Setelah tiba dikampoeng itoe, bertemoelah ia dengan orang jang akan mengambil boeah njioer. Kata jang empoenja njioer: „Hai toean, marilah kita mengambil boeah njioer hamba; boleh hamba oepahkan seboeah keatas, seboeah kebawahT Kata si Pemandjat: „Marilah, soepaja lekas soedah!

Setelah sampai kesana, maka dipandjat si Pemandjatlah pohon njioer itoe bergopoh-gopoh; setelah tiba diatas berhentilah ia meiepaskan penatnja. Dalam pada itoe ia berpikir-pikir dalam hatinja: „Djikalau demikian djoega oepahnja tiap-tiap hari, lekaslah hamba kaja. Berapa banjaknja dapat sehari oleh hamba? Tentoe boeah njioer jang dapat sehari ini, boleh hamba belikan akan iboe ajam. Ajam itoe hamba peliharakan baik-baik: lama-lama nistjaja kembanglah ia. Segala anaknja jang djantan hamba djoeal, jang betina hamba ternakkan poela, soepaja kembang djoea ia. Harga jang djantan itoe hamba belikan akan iboe kambing; hamba peliharakan itoe baik-baik; lama-lama kembang poela ia. Segala anaknja jang djantan hamba djoeal poela; jang betina hamba tinggalkan djoega. Oeangnja itoe hamba belikan lagi akan iboe koeda; hamba ternakkan poela. Lama-lama ta' dapat tiada

Sluiten