Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

ini, jaïtoe Awan; pergilah engkau kepada Awan!"

Maka orang pertapa itoe pergi poela kepada Awan; demikian djoega katanja. Sahoet Awan: „ Bahwa. jang lebih koeasa dari pada akoe ini, jaïtoe Goenoeng; pergilah engkau kepada Goenoeng itoe!" Maka orang pertapa itoe pergi kepada Goenoeng; demikian djoega katanja. Maka sahoet Goenoeng; „Hai orang pertapa! Jang terlebih koeasa dari pada akoe jaïtoe Tikoes, karena sehari-hari akoe digigitnja dengan gigi, jang amat keras lagi tadjam!"

Maka orang pertapa itoe terlaloe hêran, sebab seorang poen tiada maoe beristerikan anaknja itoe dan doekatjita ia; serta berpikir didalam hatinja: „Anak ini mendjadi soeatoe bala ataskoe, sebab ia tiada maoe bersoeamikan manoesia; lebih baik akoe pohonkan kepada Allah ta'ala, biar ia poelang kepada asalnja kembali!"

Asal boedak itoe dari pada tikoes, maka pada ketika itoe djoea ia mendjadilah tikoes poela.

25. Orang bodoh dengan kadi.

Adalah orang bodoh bertoedjoeh. Orang itoe moepakat menanak boeboer. Baroe masak boeboer itoe, ditjobanja bersama-sama; maka semoeanja mengatakan boeboer itoe tiada berasa garam. Maka moepakatlah ketoedjoehnja akan pergi membeli garam, tidak seorang orang. Fikiran orang itoe semoeanja: „Djikalau tiada semoeanja awak pergi membeli, barangkali dihabiskan boeboer sepeninggal awak, olëh kawannja jang tinggal

3

Sluiten