Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

kepada kawan patik jang sehidoep semati; seoeang patik bajarkan akan oetang; seoeang patik pertaroe kan." Kini akoe bertanja kepada segala menterikoe. „Apakah arti kata orang miskin itoe?"

Maka segala menteri itoepoen, seorang tiada mendiawab; maka radja itoe moerka, katanja: Sia-sia sahadja akoe bermenteri. Tanjakoe ini lagi tiada teidiawab; betapa poela kalau pertanjaan jang soekar dan nada ini lagi!" Dalam pada itoe menjembahlah peidana menteri serta berdatangkan sembah: „Ampoen toeankoe Sjah 'alam! patik tjakap mendjawabnja; tetapi patik mint* tanggoeh tiga han." Setelah itoe mak» segala menteri jang lain itoepoen poelang dengan ma-

l0Maka perdana menteri itoe berdjalanlah menoeroeti tempat Baginda berboeroe kelamarm dahoeloe dengan seorang dirinja sadja. Adalah kira-kira sedjam lamanja ia berdjalan, maka berdjoempalah menteri itoe dengan orang miskin jang bertemoe dengan radja itoe, laloe ia berkata: „Engkaujah jang bertemoe danpuijja kelamarin dahoeloe?" Maka sembah oiang miskin ftoe „lalah; apa, sebabnja maka toeanhamba menaniakan itoe?" Kata menteri: „Sebab koetanjakan benarkah engka.. persembahkan kepafe bagrada kata jang demikian-demikian? apa aiti katam ■

kanlah kepadakoe, djangan engkau ^mboe^kan bolëh engkau koeberi harta benda, tetapi djangan engkau lahirkan , jang akoe datang kepa kesini, melainkan kaubatinkan djoega! hp„itoe

Maka djawab orang miskin itoe: „Kalau begit

Sluiten