Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Baiklah akoo pandjat batang sirih ini, bolöh akoö tëngok bagaimana halnja diatas awan poetih itoe. Maka memandjatiah patik. Tiada berapa lama selangnja sampailah patik keatas awan ito©. Maka koerang senang badan patik disana, sebab sedjoek dan lembab amat. Menggeletoek gigi patik kedinginan. Maka sebab itoe patik hendak toeroen djoega; maka karena terlaloe tjepat hendak toeroen, terlepasiah tangan patik; maka djatoehlah patik keboemi, laloe masoeklah badan patik kedalam boemi sedjaoeh awan itoe diatas boemi. Sebentar itoe djoega patik poelang keroemah patik, mendjempoet tembilang akan menggalikan diri keloear loebang itoe. iiada berapa lama antaranja sampailah patik keatas moeka boemi poela. Ja toeankoe, bagaimanakah pikiran toeankoe? Bolëhkah djadi sedèmikian itoe ?"

Maka sabda radja: „Entah betoel!"

Maka sembah si Miskin itoe: „Ja toeankoe Sjah 'alam! Beloem tammat tjeritera patik. Sebab salah patik gali, maka tiadcflah patik keloear dikeboen patik, melainkan sampailah kenegeri jang lain. Maka bertanjalah patik: „Apa nama negeri ini, dan disebelah mana negeri hamba?" Maka ditoendjoekkan oranglah djalan kenegeri ini sambil berkata: „Kalau begitoe, radja jang gemar sekali mendengarkan tjeritera dan hikajat, itoelah radja toeanhamba?" Maka sahoet patik: „Sesoenggoehnja radja itoelah radja hamba. Soedahkah toean-toean menghadap radja itoe, jang kebilangan kemana-mana sebab moerahnja dan ke'adilannja?" Maka djawab orang negeri itoe: „Radja itoe tiadakami

Sluiten