Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

pentjoeri itoe: „Perhamba sahaja saudagar, jang empoenja kedai disebelah kedai toeanhamba."

Maka saudagar itoepoen memboeka pintoe roemahnja, laloe bertanja: „Apa hadjatmoe datang kemari?" Maka sahoet pentjoeri itoe: „Perhamba disoeroeh toean perhamba kemari; dengan salam jang diperbanjak-banjak toean hamba memberi tahoe kepada toean, roepanja sebab lalai dan lëngah toean tinggalkan seboeah poendipoendi jang berisikan oeang emas dekat pada pintoe kedai toean. Kalau seorang jang lain mendapat poendipoendi itoe, tentoe tiada akan dikembalikannja. Inilah poendi-poendi, jang disoeroeh antarkan kemari olêh toean perhamba."

Serta dilihat saudagar itoe poendi-poendinja itoe, maka berkatalah ia dengan soekatjitanja: „Demi Allah, sebenarnjalah ini poendi-poendi akoe!" Maka dipandjangkannja tangannja akan menerima poendi-poendi itoe. Maka kata pentjoeri itoe: „Ampoen, toeanhamba, ampoen! Tiada bolëh perhamba beri poendi-poendi ini, sebeloem hamba terima sepoetjoek soerat akan menjatakan, bahwa soedah hamba poelangkan oeang ini kepada toean: kalau tidak, nistjaja toean perhamba tiada pertjaja poendi-poendi ini telah perhamba poelangkan kepada toean."

Maka masoeklah dengan segera saudagar itoe kedalam biliknja hendak menoelis soerat kenjataan itoe. Maka pada ketika itoe djoega pentjoeri itoe lari sambil membawa poendi-poendi itoe. Telah berlakoe kehendak kawannja: oeang itoe telah dapat, dan sahaja saudagar itoepoen tiada akan dimarahi.

Sluiten