Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

didalam hatinja: „Akan dikatakan inilah orang, semendjak tadi ia tiada beralih, bergerak poen tidak; tegak disana djoega. Kalau orang, tentoe ada ia doedoek meiepaskan penatnja. Tjoba hamba hampiri, eh! Maka kantjil itoe berdjalanlah lambat-lambat menghampiri orang itoe. Soedah dekat, dilihatja boekan orang, laloe ditepoeknja kepala orang-orang itoe dengan tangan kanan. Lekat tangannja pada kepala orangorang itoe, tiada terlepaskan lagi. Ditepoeknja poela dengan tangannja jang kiri, lekat poela. Maka bengislah hatinja, dihentamkan poela dengan kaki jang kanan, itoepoen lekat djoega. Diteradjangnja poela dengan kaki jang kiri; lekat poela, tiada terlepaskan lagi. Maka tidoer sadjalah disana, sampai pagi.

Serta hari siang maka datanglah orang jang empoenja ladang itoe akan melihat ladangnja; maka dilihatnja kantjil soedah kena getah. Maka berkata ia: „Kantjil inilah gerangan, jang menghabiskan djagoeng hamba tiap-tiap malam. Nantilah, hamba

sembelih!"

Soedah itoe ditanggalinja, diikatnja poela rat-iat dengan tali kaki kantjil itoe, dibawanja poelang.

Orang peladang itoe beranak seorang perernpoean, jang ëlok roepar.ja. Setelah si peladang itoe tiba diroemahnja, maka berkatalah ia kepada anaknja: O Aminah, akoe mendapat kantjil. Tiap-tiap han, peninggalkoe keladang, beri makan djoega olehmoe,

Sluiten