Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Pada keesokan harinja 'Abdoe'lkadir itoe dibawa oranglah kehadapan wali negeri Kairah. Maka kata wali itoe. „Kemana kawanmoe penjamoen itoe lari; dimana tempat mereka itoe bersemboenji?"

Maka djawab 'Abdoe'lkadir:" Ja toeankoe! kalau itoe toeankoe tanjakan, tiada bolëh hamba sahoeti sebab hamba sekali-kali tiada mengenal akan orang itoe."

Kata wali: „Djangan kausangka akoe dapat kauperolok-olokkan; beri djawab jang benar-benar! Tiadakah engkau serta menjamoen dengan orang jang lari dari dalam mesdjid itoe?"

„Demi Allah dan Rasoelnja, tiada hamba kenal akan penjamoen itoe, toeankoe!"

„Djikalau benar perkataanmoe, engkau orang manakah 5 dan apa sebabnja maka engkau bermalam didalam mesdjid itoe?"

„Hamba orang Bagdad. Sebabnja hamba bermalam didalam mesdjid itoe, olèh karena soedah djaoeh malam hamba tiba dinegeri ini."

„Apa maksoedmoe datang ke-Kairah ini?"

„Ja toeankoe! tatkala hamba di-Bagdad, maka beberapa malam hamba bermimpi; mimpi itoe seroepa sadja. Pikiran hamba ta' dapat tiada mimpi itoe berma'na. Adapoen didalam mimpi itoe hamba disoeroeh seorang jang amat toea berangkat ke-Kairah; katanja: „Disanalah maka engkau berbahagia!" Sebab itoe hamba kemari; akan tetapi bahagia jang sampai sekarang ini berlakoe diatas hamba, tiada lain melainkan tali pengikat dan paloe dan pendjara, toeankoe!"

Sluiten