Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Maka tertawalah wali itoe gelak-gelak, seraja berkata: „Hai orang jang amat bebal! Kemanakah 'akalmoe? Pertjajakah engkau akan mimpi'? Akoe ini soedah tiga malam akoe bermimpi; dan dalam mimpi itoe ada seorang toea mengadjak akoe berangkat keBagdad, katanja: „Dinegeri Bagdad, dikampoeng Anoe, dilorong Anoe ada seboeah roemah, jang demikian roepanja. Dibalik roemah itoe ada seboeah taman; dalam pendjoeroe jang disebelah timoer taman itoe ada seboeah mata air; airnja memantjoer-mantjoer keatas beberapa kaki tingginja. Didalam mata air itoe adalah emas dan perak dan permata intan, tiada tepermanaï banjaknja. Pergilah engkau kesana; engkaulah jang empoenja mata benda itoe!' Demikianlah titah orang toea itoe. Bagaimana pikiranmoe? Agak hatimoe, akoe ini akan berangkat ke-Bagdad? Akoe boekan sebebal dan sedoengoe engkau, jang berdjalan sedjaoeh ini dengan tiada menaroeh oeang, akan menoentoet bahagia, jang ada didalam mimpi sadja. Lebih baik engkau poelang kenegerimoe; nah! inilah wang akan bekalmoe didjalan, dan akan penawar kesakitan jang telah kautanggoeng itoe." Sambil berkata jang demikian itoe, maka diberi wali itoe kepada 'Abdoe'lkadir seboeah poendi-poendi, jang

berisikan oeang emas.

Adapoen 'Abdoe'lkadir, serta mendengar tjeritera mimpi wali itoe, terlaloe soekatjita hatinja, sebab roemah jang ditoendjoekkan orang toea itoe dan taman itoepoen, ialah jang empoenja dia. Maka dipersegerakannja poelang ke-Bagdad. Setiba disitoe dibelinja

Sluiten