Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

mendengar sedikit djoeapoen; maka ia menakoer sadja

m<Setelaf'orang pekak jang kehilangan kambing itoe sampai kedalam ladang orang pekak itoe ™a*^ania- Hai toean! Adakah toean melihat kambing hamba" laloe diladang ini?" Maka pikiran orang pekak jang mentjangkoel itoe, gembala kambing jang peka itoe bertanja kepadanja berapa loeas ladang itoe Maka menoendjoeklah ia berkeliling ladang itoeï seraja katanja* „Itoelah enggan ladang hamba!' Maka pikiian orang pekak janY&langan kambing itoe, ketempat jang ditoendjoekkan orang mentjangkoel itoelah kam-

blMaka pergilah ia ketempat jang ditoendjoekkan orang

itoe Dengan takdir Allah berdjoempalah ia dengan kambingnja semoeanja. Besar hatinja boekan main. Maka diikatnja kambing itoe, laloe ^aujja poe ang keladang orang pekak jang mentjangkoel tadi. Setelah sampai maka ditanggalinjalah ikat kambing jang patah kakinja itoe; maka diberikannja kepada orang pekak " sa— katanja: „Hai toean,

ini hamba berikanlah kepada toean, sebab hamba telah berniat barang siapa menoendjoekkan kambing hamba, kepadanjalah hamba ben seBkor ^ng Jang natah kakinja ini. Kini toean ambillah kambing in , karena toean jang menoendjoekkan tempat kambing

^Adapoen orang pekak jang mentjangkoel tadimenggigil badannja, sebab ketakoetan; pada san^"* fa ditoedoeh orang itoe mematahkan kaki kambingnja

Sluiten