Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

dikedjar djoega olSh orang peladang itoe, sebab beloem

poeas hatinja menindjoe dia.

Adapoen didalam berkedjar-kedjar itoe bertemoelah merëka itoe dengan seorang orang; maka orang ïtoepoen pekak djoega; tiada ia dapat mendengar sedikitpoen tidak. Maka orang itoe telah bertjerai dengan bininja. Maka soedah beberapa kali ia didjempoet orang, soepaja ia poelang kepada bininja; tiada djoega ia maoe. Selaloe ia berdjalan hilir moedik sadja, tiada hendak poelang keroemah. Maka tiada lain katanja melainkan menjeboetkan salah bininja djoega; katanja: „Sekarang bolShlah engkau merasaJ: hamba tiada maoe poelang lagi. Meskipoen hamba d/idjempoet dengan kambing poetih, tidak djoega hamba hendak poelang!" Siang malam kambing poetih djoega jang diseboetnja.

Adapoen tjeritera ini poelang djoega kepada doea orang pekak jang berkedjar-kedjar itoe. Serta mereka itoe berdjoempa dengan orang pekak, jang soedah bertjerai itoe, maka katanja: „Hai toean, toean tolonglah sebentar selesaikan kami berdoea!" Maka kambing jang patah kakinja itoe dihantarkannja dihadapan orang pekak itoe. Maka pikiran orang pekak itoe, kambing jang patah itoe dibawa orang akan mendjempoet dia poelang, dan pada sangkanja kedoea orang itoe disoeroeh bininja mendjempoet dia. Maka katanja: „Sekali-kali tiada hamba maoe poelang; hamba soedah bertjerai dengan bim hamba. Mengapa hamba didjempoet djoega?" Maka dikerasi djoega oleh orang jang poenja kambing itoe, minta berhenti se-

Sluiten