Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

him Hadjib, sekali poen tiada ia mengantarkan soerat kepada Soeltan Ja'koeb, hanja diam sahadja. Maka kemoedian dari pada beberapa lamanja, maka negei i itoepoen alahlah; maka Soeltan Ja'koeb doedoeklah pada pangkat keradjaan didalam negeri itoe.

Kalakian maka datanglah segala orang besar-besai didalam negeri itoe menghadap Soeltan itoe dan segala menteri poen, jang telah mengirimkan soerat dan menoendjoekkan djalan dan tipoe akan mengalahkan kota itoe, sekaliannja datanglah menghadap Soeltan Ja'koeb, serta menjatakan kesoekaannja terlebih dari pada jang lain; dan teramat banjak orang berhimpoen menghadap.

Maka Soeltan Ja'koeb berdjamoe segala orang jang datang itoe dan dianoegerahinja merêka itoe sekalian, masing-masing dengan barang jang lajak akan dia. Maka Soeltan Ja'koeb poen bertanja: Siapa jang tiada datang menghadap akoe pada hari kesoekaan ini? Maka segala menteri itoe mendjawab: „Ibrahim Hadjib djoea jang tiada datang." Maka Soeltan itoe bertanja \ poela: „Sakitkah ia, maka tiada datang kepadakoe?" Maka sembah segala menteri- „Tiada ia sakit."

Maka disoeroehnja panggil olëh Soeltan itoe akan Ibrahim Hadjib; maka iapoen datanglah menghadap Soeltan Ja'koeb. Maka Soeltan itoe melihat pada moekanja njata tanda pertjintaan dan kedoekaan; maka Soeltan itoe bertitah, demikian sabdanja: „Hai Ibrahim Hadjib! Engkaukah menteri Soeltan Moehammad, jang diharapkannja?" Maka sembah Ibrahim Hadjib itoe: „Bahkan, diperhambalah menteri Soeltan Moehammad

Sluiten