Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

tangkap kepada hoeloebalangnja. Maka ditangkap oranglah penghoeloe itoe; setengahnja hendak membawa dia kedalam pendjara, setengahnja hendak memboenoeh dia. Maka pada ketika itoe kedengaranlah titah Baginda: „Bawa kemari orang itoe!

Setelah penghoeloe itoe dibawa kehadapan Baginda, maka diikat oranglah kedoea belah tangannja, dan pada kiri kanannja berdirilah hoeloebalang dengan pedangnja terhoenoes. Adapoen penghoeloe itoe sekalikali tiada melawan dan dengan hati jang sabar serta moeka jang djernih dibiarkannja hoeloebalang itoe

mengikat tangannja.

Hatta maka tiada beberapa sa'at antaranja maka bersabdalah Baginda: „Kini katakanlah dengan njatanja apakah sebabnja maka sepandjang tunbanganmoeakoe tiada patoet diseboet akbar dan pahlawan dan bertoeah dan baik hati! Apa moelanja maka akoe kau-

seboet seorang jang ta' berbahagia?

Ja Sjah 'alam! Toeankoe berkoeasalah memboenoeh patik* akan tetapi soenggoehpoen demikian, tiada akan'patik semboenjikan pikiran patik: jang benar patik benarkan djoega; sebab demikianlah kehendak toeankoe. Adapoen tatkala patik berdjalan ke-Bagdad akan mengantarkan oepeti kaoem patik, maka terla oe amat ingin patik akan berdjoempa dengan toeankoe. Harap patik, patik akan bertemoe dengan seorang manoesia jang akbar dan bidjaksana dan pahlawan serta berdaoelat dan berbahagia. Akan tetapi sia-sialah pengharapan patik itoe. Toeankoe boekan seorang jang akbar, sebab toeankoe selaloe beroendan dengan

Sluiten