Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Setelah ia berpikir demikian itoe, maka sahoetnja: Baiklah Baba, katakanlah soepaja hamba dengar!"

Maka kata baba Lim Tjai: „Djikalau ada orang jang mengatakan, bahwa peroet jang lapar lebih senang dari pada peroet jang kenjang, djanganlah engkau pertjaja

akan dia!"

Maka pikiran orang oepahan itoe: „Sajanglah oepahkoe jang doea tali itoe! Pengadjaran jang demikian ini ta' ada goenanja sedikit djoeapoen. Soedah doea kali hamba diperdajakan si Tjina ini; djanganlah sampai tiga kali. Patoet hamba ingat tahadi akan pan toen orang toea-toea:

Adapoen baba Lim Tjai terlaloe senang hatinja, sebab ia akan membajar setali sadja akan oepah 01 ang koeli itoe; akan tetapi soenggoehpoen demikian, ia mentjari 'akal djoega, soepaja oeangnja jang setali itoepoen djangan keloear. Setelah ia berpikir beberapa lamanja, maka terbitlah soeatoe moeshhat didalam hatinja. Maka katanja: „Hai kawan, dengarlah sebentar! Telah hamba adjarkan kepadamoe petoea, jang sebetoel-betoelnja tiada bergoena sekali-kali. Sebab itoe sesampai kita keroemah hamba, hamba akan membajar oepahmoe tiga tali itoe. Sesoenggoehnja boekan hamba hendak menghilangkan oepahmoe itoe, melainkan hamba bergoerau djoega dengan engkau. Dja-

Setali pembelinja rotan, Sekoepang; pembeli kataja; — Sekali lantjoeng keoèdjian, Se'oemoer tida'5 'rang pertjaja!"

Sluiten