Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

nganlah ketjil hatiraoe dan moeram moekamoe, kawan!"

Boekan kepalang soeka hati orang oepahan itoe mendengar perkataan baba itoe; maka katanja dalam hatinja: „Baik djoega kiranja hati orang Tjina ini! Roepa-roepanja ia lebih soeka mempermainkan orang!"

Seketika lagi maka berkata poela baba Lim Tjai: „Hai kawan ! Pada pikiran ham ba kawan hendak djoega mendjadi seorang jang kaja,sebagai hamba ini, boekan

„Ialah, soedah tentoe hamba soeka sekali mendjadi kaja; akan tetapi bagaimana orang jang semiskin hamba ini dapat berolêh harta?" djawab orang oepahan itoe.

„Ada djalannja akan berolëh kekajaan," kata baba itoe.

„1 en toe ada; akan tetapi siapa akan menoendjoek djalan itoe kepada hamba orang jang hina ini?" sahoet orang oepahan itoe.

„Hamba soedi djoega menoendjoek "

„Soenggoehkah kata toean itoe; maoekah toean menoendjoek djalan itoe?"

Djawab baba itoe: „Maoe djoega, kawan! a§al kawan maoe membajar tiga tali oepah hamba menjatakan daja oepaja' itoe."

„Baiklah!" kata orang oepahan itoe, „masakan tiada hamba maoe membajar tiga tali; djikalau lebih terbajar hamba, maoepoen hamba; tetapi besar kajoe, besarjtatajnja, ketjil kajoe', ketjil tatalnja!"

Maka kata baba itoe: „Dengarkanlah olëhmoe baikbaik! Djikalau ada orang jang mengatakan engkau seorang jang tjerdik dan lagi akan mendjadi hartawan kelak, djangan engkau pertjaja akan dia!"

Sluiten