Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Teiïaloe besar hati baba Lim Tjai, sebab ia berlaba tiga tali olëh menipoe seorang jang bebal, akan tetapi orang oepahan itoe ketjil sekali hatinja, lagi poen ia menjesal dan maloe akan dirinja, karena sampai tiga kali terbawa olëh orang Tjina itoe. Maka katanja dalam hatinja: „Wahai, hari ini hari tjelaka; badan lelah djerih, oepah hilang lenjap! Sebenar-benarnja hamba bodoh sekali, harap akan berolëh kekajaan dengan tiada bekerdja. Tetapi, apa poela faedahnja hamba menjesal dan berdoeka tjita? Kata orang toeatoea: Sesal dahoeloe pendapatan, sesal kemoedian apa goenanja? Djikalau kiranja hamba ingat tadi akan petoea dan nasihat bapak hamba, nistjaja tiada akan sampai maksoed si Tjina ini! Betoel djoega sebagai kata orang toea-toea:

Masaklah boeah medang sengit,

Dirambah dikirap djangan;

Membadai boeroeng atas langit,

Merendah diharap djangan!

Keling tjeti doedoek termenoeng,

Makan serikaja dengan tapai; —

Maksoed hati memeloek goenoeng;

Apa daja tangan ta' sampai!"

Tiada berapa lama antaranja maka sampailah kedoea orang itoe keroemah baba Lim Tjai. Serta tiba maka kata orang oepahan itoe: „Ja toean saudagar! Harnba minta terima kasih banjak-banjak kepada toean, seba) pengadjaran toean jang amat berfaëdah itoe! Betapa-

Sluiten