Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

nistjaja kita tiada dilepaskannja pergi kesana; dan djikalau kita hendak berenang, djanganlah pada siang hari, melainkan baiklah pada malam hari, soepaja djangan tampak kepada orang kita berenang itoe. tsoklah kita berdjalan dari pada tempat ini!"

Setelah soedah moepakat, maka masing-masingpoen berdjalanlah mentjahari makanan. Setelah hari soedahlah petang, maka andjing dan koetjing dan tikoes itoepoen berhimpoenlah ketiganja pada tempatnja berhenti itoe menantikan hari malam. Setelah soedahlah malam hari, maka berdjalanlah ia ketepi laoet, laloe ia berenang ketiganja. Adapoen jang dahoeloe ialah andjing; dibelakang andjing koetjing; dibelakang koetjing tikoes, itoelah jang kemoedian; tiadalah berhenti-henti, berenang djoea. Maka beberapa lamanja beienang itoe. maka iapoen sampaiiah kepada poelau Sirandjang Petënggangan, tempat Toerani itoe mendjadi radja.

Maka haripoen sianglah; maka andjing dan koetjing dan tikoes itoepoen bersemboenjilah kepada jang semaksemak ditepi pasir poelau itoe, tiadalah diketahoei orang. Maka bermoepakatlah ketiganja itoe. Kata andjing. „Siapalah kita pergi melihati kedalam kota itoe? Maka kata tikoes: „Hai saudarakoe, pada sangka lmmba dalam kita jang bertiga ini, tiadalah seorang djoea dari pada koetjing, karena langkahnja Jiadalah terlintang; barang kemana djadi sahadja. Dan akan saudarakoe andjing poen demikian lagi, tetapi hendaklah dahoeloekan dengan soeatoe 'alamat tanda kebadjikan, soepaja sekalian orang jang banjak

Sluiten