Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

sembah segala dajang-dajang itoe: „Ja toeankoe, inilah ada seekor koetjing koembang datang kemari, terlaloe hitam seperti badja; sedikitpoen tiada bertjampoer dengan jang poétih. Tiadalan lagi koetjing jang baik dari pada ini." Maka kata Toerani: „Bawa kemari koetjing itoe, akoe lihat." Maka koetjing itoe dibawanja oleh dajang-dajang itoe kepadanja, laloe diambilnja koetjing itoe oleh Toerani serta dipangkoenja seraja katanja: „SoenggoehJah seperti kata kamoe sekalian tadi; tiadalah koetjing jang teiiebih baik dari pada ini. Warna boeloenja berkilat-kilat seperti akan titik. Hai segala dajang-dajang, peliharakanlah olëh kamoe koetjing ini baik-baik; berilah koetjing ini nasi, karena akoe terlaloe sajang dan kasih kepadanja!" Maka segala dajang-dajang itoe segeralah mengambil nasi, laloe diberikannja kepada koetjing itoe didalam piring' Maka koetjing itoepoen tiada pedoeli akan makanan itoe, dilihatnja poen tiada. Maka kata Toerani: „Bagaimana maka koetjing ini tiada maoe makan?" Maka diambilnja piring itoe. laloe nasinja ditoenggangkannja keatas tikar. Maka koetjing itoepoen makanlah dan tikar itoepoen didjilatnja.

Sjahdan setelah hari soedah malam, maka tikoes poetih itoepoen datanglah kepada istana Toerani itoe seraja mendekoes-dekoes dan melompat-lompat keatas peran. Setelah didengar olëh koetjing tikoes berlari-lari, malta iapoen terlaloe hëbat hendak menangkap tikoes itoe. Maka Toerani itoepoen tertawa-tawa melihat koetjing itoe terlaloe hëbat mengintai tikoes itoe. Setelah soedah hari tengah malam, maka si Toerani

Sluiten