Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

maoekah toean menoeroet bitjara kakanda ini?" Maka sahoet saudaranja jang tengah itoe: „Mengapa kakanda berkata demikian itoe? Djikalau tiada bitjara kakanda, bitjara siapakan lagi jang adinda toeroet?" Maka soekatjitalah hati radja itoe olëh mendengarkan sahoet saudaranja itoe, seraja katanja: „Wahai adinda! Adapoen gedoeng itoe. tinggal doea boeah djoega jang berisi; maka jang seboeah itoe soedahlah habis isinja. Adinda ambillah seboeah dan akan kakanda seboeah djoega; dan kemala itoepoen ambillah olëh toean seboeah dan kakanda seboeah, dan jang seboeah lagi kita djoealkan kelak; maka harganja itoe kita bahagi doea. Dan akan si boengsoe itoe kita halaukan dari sini."

Maka saudaranja jang tengah itoepoen tertjengangtjenganglah mendengarkan kata saudaranja jang toea itoe olëh sebab hendak dihalaukannja akan saudaranja jang boengsoe itoe dari negerinja. Maka terlaloe belas kasihan rasa hatinja, laloe ia menangis, katanja: „Ja kakanda, tiadalah datang hatinja adinda melihatkan ia pergi dari negeri ini. Telah loepakah kakanda akan pesanan ajahanda dahoeloe itoe?" Maka sahoet saudaranja jang toea itoe: „Djikalau tiada toean maoe menoeroet bitjara kakanda ini, baiklah toean pergi bersama-sama dengan dia. dan djangan toean bawa apa jang ada didalam negeri ini!" Maka saudaranja itoepoen diamlah seraja toendoek berpikir dan menjapoe air matanja, katanja didalam hatinja: „Djikalau demikian, baiklah akoe menoeroetkan katanja dahoeloe; dan apabila soedah dipoelangkannja hartakoe,

Sluiten