Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

doek didalam pendjara itoe!" Maka Baginda poen tiadalah terkata-kata lagi.

Tiada berapa lama antaranja maka bertanjalah Baginda kepada anak radja itoe, demikianlah katanja: „Ja anakanda! Betapakah halnja maka toean mengatakan diri toean itoe tiada bersalah? Djikalau tiada bersalah, bolëhkah ditangkap orang itoe?"

Maka sembahnja: „Ja toeankoe Sjah 'alam! Ia bertanjakan saudaranja kepada patik; maka patik katakanlah dengan sebenarnja seperti jang patik lihat, toeankoe! Maka patik poela jang ditangkapnja. Adakah 'adat manoesia jang demikian itoe? Seperti binatang djoea barang lakoenja. Djikalau soenggoehlah patik ini ada berdosa kepadanja, maoekah patik bertemoe dengan dia itoe, toeankoe?"

Maka Baginda poen memandanglah kepada orang itoe seraja bertitah: „Mengapakah maka engkau menangkap orang moeda ini dengan tiada periksamoe lagi?"

Maka sembah orang itoe: „Ja toeankoe Sjah 'alam, soedah patik periksaï, toeankoe! Demikian katanja: „Tiadalah hamba bertemoe dengan saudara toeanhamba itoe, tetapi ada hamba bertemoe dengan orang mati diboenoeh orang ditengah djalan itoe, dan majat itoe tiada lagi berkepala." Lagi poela katanja: „Orang itoe koeat makan .sirih dan giginja hitam dan ada ia berniisai.' Karena benarlah saudara patik itoe seperti jang telah dikatakannja itoe, — maka djikalau tiada oiang moeda ini jang memboenoeh dia itoe, dimanatah ia tahoe akan jang demikian itoe? - karena soedah tiada berkepala, toeankoe!"

10

Sluiten