Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Maka Baginda poen berpalinglah kepada anak radja itoe seraja berkata: „Ja anakanda! Betapakah toean mengetahoei dia koeat makan sirih ?'

Maka sembahnja: „Ja toeankoe! Patik lihat djari teloendjoeknja mërah, toeankoe! dan koekoenjapenoeh dengan kapoer. Maka pada pikir patik: orang ini koeat makan sirih, toeankoe!"

Maka bertanjalah poela Baginda: „Akan giginja hitam itoe, betapa toean ketahoei?"

Maka sembahnja: „Ja toeankoe! Patik lihat djari manisnja hitam penoeh dengan kerang, toeankoe!

Maka Baginda bertitah poela: „Betapa toean mengetahoei ada ia bermisai?"

Maka sembahnja: „Ja toeankoe! Patik lihat boeloe dadanja terlaloe amat lebat, maka djadilah patik memikirkan: ada ia bermisai, toeankoe!"

Maka sahoet Baginda: „Benarlah itoe, dan tiadalah

anakanda bersalah."

Maka sembah jang empoenja kerbau itoe: „Ja toeankoe Sjah 'alam! Akan memboenoeh orang itoe, benarlah tiada salahnja; akan sekarang ini patik jang empoenja kerbau itoe, ialah djoega jang mentjoerinja, toeankoe! Maka ia mengatakan dirinja tiada melihat kerbau itoe, toeankoe! Betapakah diketahoeinja akan kerbau patik itoe besar dan toea, tiada bergigi lagi, boeta matanja disebelah kanan ? Dan djika ia mengatakan djoega dirinja tiada mentjoeii, masakan dapat ia mengetahoei akan halnja itoe, toeankoe?"

Maka Baginda poen berpalinglah kepada anak radja

Sluiten