Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

jang boengsoe itoe seboeah. Maka kata anak radja jang toea itoe: „Akan hamba ini, mana kemalanja?"

Maka sahoet anak biaperi itoe: „Ja toeankoe! Pada toeankoe telah adalah soedah kemala itoe; djikalau ta'ada pada toeankoe, mengapakah tiada toeankoe mengikoet akan patik berlari-lari tadi itoe? Sebab soedah adalah pada toeankoe, maka toeankoe berdiamkan diri toeankoe!"

Sjahdan maka anak radja jang toea itoepoen termangoe-mangoelah serta bermohon kepada Bagindajaloe kembali kenegerinja dengan maloenja. Maka Baginda poen beiangkatlah poelang keïstananja, diiringkan olëh segala bala tenteranja sekalian. Adapoen akan anak radja jang tengah itoepoen datanglah ia mendapatkan saudaranja jang boengsoe itoe, laloe ia berpeloek dan bertjioem dan bertangis-tangisan kedoea bersaudara, seraja katanja: „Ja adinda! Djanganlah toean pergi barang kemana dahoeloe, melainkan nantikanlah kakanda ^dinegeri ini sampai kakanda datang mendapatkan toean," — sambil dioendjoekkannja kemala itoe kepada saudaranja, katanja: „Taroehkanlah kemala ini oleh toean akan bekal kita berdjalan kelak barang kemana!"

Maka kata adiknja: „Baiklah, ja kakanda!" — seraja menjembah saudaranja serta katanja: „Berdjalanlah kakanda baik-baik; dan djika kakanda kemari kelak bawalah inanganda sekaliannja bersama-sama dengan kakanda!" Maka sahoetnja: „Baiklah, toean!" — laloe bei djalan sambil menjapoe air matanja.

Adapoen akan radja didalam negeri itoe ada ber-

Sluiten