Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

nja: „Adapoen rahsia ini sekali-kali djangan engkau chabarkan kepada wazir-wazirkoe; djika ia bertanja sekalipoen, djangan engkau chabarkan!" Maka Baginda poen tiada mengeloearkan sepatah kata dari pada perdjalanannja kedarat negeri Bagdad itoe, melainkan diam djoega.

Tiada berapa lama antaranja maka radja Haroenoe'rrasjid poen memberi titah kepada orang menjoeroeh mentjari Aboe Nawas, titahnja: „Tjarilah olêh kamoe sekaian Aboe Nawas, dan barang dimana ada ia, tangkap ^ oleh kamoe sekalian; djika dapat, bawa kepadakoe!' Setelah itoe maka ditjarilah olëh orang itoe tiadalah bertemoe dengan dia; maka bertanjalah merêka itoe kepada isterinja, katanja: .Kemana perginja Aboe Nawas. Maka berkata isterinja itoe: „Sekarang tiga ari tiga malamlah soedah tiada datang keroemahnja!"

Setelah itoe maka orang itoepoen mentjari poela pada segenap kampoeng dan segenap lorong dan segenap doesoen didalam negri Bagdad itoe dan samPa kepada toedjoeh hari lamanja tiada djoega bertemoe dengan dia. Maka sekalian orang itoepoen datanglah masoek persembahkan kebawah doeli Sjah alam, mengatakan: „Tiadalah patik sekalian bertemoe dengan Aboe Nawas!" Maka Soeltan Haroenoe'rrasiid poen diamlah.

Adapoen Aboe Nawas pada hari itoe djoega ia poelang keroemahnja. Setelah ia datang, maka berpikirlah ia didalam hatinja: „Adapoen dari hal akoe ini dengan Amiroe'lmoe'minin, apalah dajakoe, soepaja akoe dapat meiepaskan dirikoe ini?" Setelah itoe maka

Sluiten