Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Aboe Nawas poen moepakat dengan isterinja, katanja: Adapoen akoe ini adalah berboeat salah jang besar kepada Soeltan itoe!" Maka kata isterinja: „Apakah dosa jang toeanhamba perboeat atas Baginda?" Sahoet Aboe Nawas: „Adapoen pada soeatoe hari akoe kekoerangan belandja kita ini; maka akoe hendak pergi menghadap mernohonkan kebawah doeli Sjah 'alam, maloelah akoe mengeloearkan kata itoe. Maka sebab itoe koebawa Soeltan itoe kedarat negen Bagdad ini kepada kampoeng orang Badoei, laloe koedjoealkan radja itoe kepada orang Badoei. Olêh sebab itoelah maka disoeroeh Sjah 'alam menangkap akoe, dan lagi hendak diboenoehnja akoe ini. Demikiatilah halnja.

Setelah soedah berkata-kata dengan isterinja, maka Aboe Nawas poen berpikir didalam hatinja: „Terlebih baik sekali koeperdajakan djoega Sjah 'alam itoe. Pada ketika itoe djoega Aboe Nawas memboeat mati dirinja, seraja katanja kepada isterinja: „Apabila ttidengar olSh Soeltan Haroenoe'rrasjid akoe telah mati, nistjaja datanglah Baginda itoe keroemah kita, dan sekalian orang poen datanglah bersama-sama mengiringkan Baginda; apabila ia sampai keroemah kita ini, maka poera-poera engkau menangis dengan tangis iang amat sangat, laloe engkau soedjoed pada kaki Baginda. Djikalau Baginda bertanja kepada engkau.

Apakah penjakit Aboe Nawas itoe?" maka engkau diawab: „Tiada apa penjakitnja; pada tengah malam tadi ia datang, laloe masoek kedalam roemah; soedah itoe ia tidoer, dan apabila hampir hari siang, patibangoenkan dia akan sembahjang soeboeh; doea tiga

Sluiten