Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

itoe maka Soeltan Haroenoe'rrasjid poen menjoeroeh himpoenkan sekalian orang itoe; telah soedah berhimpoen sekaliannja itoe, maka Baginda poen bertitah sambil memegang loeng Aboe Nawas: „Engkau sekalian mendjadi saksi pada hari kiamat, bahwa sanja akoe mengampoeni segala ^Ssa Aböe Nawas kepada akoe; tiadalah tinggal lagi dosanja kepada akoe." Demikianlah titah Soeltan Haroenoe'rrasjid.

Adapoen Aboe Nawas, serta mendengar didalam loeng itoe segala perkataan Baginda, maka berseroelah ia didalam loeng itoe dengan soeara jang amat njaring. Maka Baginda poen terkedjoet, laloe lari toenggang anggang keistananja; sekalian chatib dan imam dan |HLaJP°en larilah djatoeh bangoen, tiadalah berketahoean perginja. Maka orang banjak poen masing-masing larilah tiada tentoe tempat larinja olëh ketakoetannja. Maka pada pikiran segala orang itoe: „Tentoelah menangkap kita ini!" Maka Aboe Nawas poen bangoenlah keloear dari dalam loeng itoe, langsoeng masoek kedalam roemahnja. Maka ditanggalkannja kafan itoe dan pada badannja, laloe dipakainja pakaian sehari.11 dJ°ega. Setelah itoe maka Aboe Nawas meminta nasi kepada isterinja; maka isterinja itoepoen membenlah makan soeaminja. Setelah soedah makan, Aboe Nawas poen berdjalanlah keistana Soeltan Haroenoe'rrasjid; serta ia sampai, langsoeng masoek Kedalam menghadap Baginda.

Pada masa itoe Baginda poen adalah bersemajam dnstananja itoe. Setelah datang maka Aboe Nawa« memberi salam kepada Soeltan itoe; Soeltan poen

Sluiten