Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

koe masoek!" Masoeklah kedoea orang moeda itoe, laloe doedoek. Maka ditanja olëh Sitti Sarah, demikian katanja: „Ja saudarakoe orang moeda kedoea! Toeanhamba dari mana datang ini dan apa maksoed toeanhamba kemari dan dinegeri mana toeanhamba diam?" Sahoet Hoesain Mandari: „Adapoen hamba ini orang 'Aznawi dan hamba ini orang fakir hendak moesafir dinegeri ini, dan nama hamba Hoesain Mandari, dan ini saudara hamba, Hoesain Mandi namanja." Setelah soedah ia bertanja, maka Sitti Sarah poen pergi menjadjikan makanan. Kata Hoesain Mandari kepada Hoesain Mandi: „Hai adikkoe, gambarkanlah roepa Sitti Sarah ini, karena jang Radja mimpikan ïalah ini, tiada bersalahan lagi!" Dalam seketika itoe djoega digambar olëh Hoesain Mandi, sedikit poen tiada beisalahan dengan roepanja dan kelakoeannja.

Maka Sitti Sarah poen menjoeroeh hambanja membawa persantapan kehadapan orang moeda itoe. Setelah soedah diatoernja, maka Sitti Sarah poen beikata: „Santaplah toean kedoea bersaudara! Djangan di'aibkan, karena tiada derigan sepertinja." Maka orang moeda itoe poen makanlah bertiga dengan orang

toea itoe.

Setelah soedah merëka itoe makan, maka kata Hoesain Mandari: „Ja Sitti! Perboeatlah hamba kain gerim mërah sehelai; berapa sampai akan belandjanja. Sahoet Sitti Sarah: „Ja saudarakoe! Djikalau saudarakoe hendakkan jang haloes sekali, boleh ditjahan binbiri jang baik!" Maka diberikan orang moeda itoe oeang kepada Sitti Sarah, lima poeloeh dirham. Sete-

Sluiten