Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Baginda, sebab diperolëhnja sebagai maksoed hatinja. Maka disoeroeh Baginda panggil perdana menteri.

Perdana menteri itoe poen datang dengan segerania, laloe menjembah. Titah Baginda: „Hai perdana menteri! Lengkapkan segala alat perkakas serta dengan mongkor, dan hirapoenkan segala hoeloebalang dan bawa bersama-sama dengan mamanda kenegen Betalawi." Lagi poela titah Baginda kepada Hoesain Mandi: „Hai Hoesain Mandi, engkau poen pergilah bersama-sama dengan hoeloebalang ra'iat itoe sekalian. Maka perdana menteri poen menjembah seraja peigi berlengkapkan segala perkakas dan menghimpoenkan hoeloebalang ra'iat sekalian. Setelah hadir, maka 1persembahkannja kepada Baginda, sembahnja. „Ampoen toeankoe! Telah siaplah segala alat perkakas dan hoeloebalang ra'iat semoeanja poen soedah hadir sehingga menantikan perintah toeankoe djoega! T.tah Baginda: „Pergilah mamanda bawa segala hoeloebalang dan segala ra'iat itoe bersegera-segera han ini djoega. Maka perdana menteri poen bermohon kepada baginda seraia berdjalan menoedjoe negen Betalawi.

Hatta berapa lama didjalan, maka ïapoen sampai kenegeri Betalawi; orang dalam negn itoepoen gempai mendengar boenji-boenjian terlaloe noeh rendah boenjinja: Maka bertitah Radja Betalawi: „Apakah gemp diloear negeri kita itoe? Pergilah lihat!' Berdjalan ah bedoeanda keloear negeri; dilihatnja angkatan terlalo banjak, seperti angkatan perang lakoenja. Maka bertanialah ia: „Ja toean-toean! Angkatan danmanain .

itoe: „Kami ini dari ,sgeri 'Aznaw,

Sluiten