Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

poen menjembah seraja berkata: „Ja toeankoe! Adapoen kapal itoe datangnja dari pada negen Ardap dan nama Nachodanja Nachoda Moeda, toeankoe! Datangnja hendak menghadap kebawah doeli toeankoe!"

Maka Baginda poen menjoeroeh samboet kepada seorang menteri akan Nachoda itoe; maka berdjalanlah menteri itoe serta dengan doea poeloeh orang akan mengiringkan dia pergi menjamboet Nachoda. Setelah sampai, ditegoer menteri itoe oleh Nachoda Moeda, seraja katanja „Silakanlah toean naik!' Menteri itoe poen naik kekapal itoe; maka berdjabat tanganlah Nachoda Moeda dengan menteri serta segala orang jang mengiringkan dia itoe. Setelah soedah, Nachoda itoepoen berkata: „Doedoeklah toeanhambaj Maka menteri itoe doedoeklah; laloe <üsorongnja olëh Nachoda djorong emas serta ia berkata: „Santaplah sirih toeanhamba!" Maka menteripoen makan sirih. Setelah habis makan sirih, kata menteri: „Ja toeanhamba, dipersilakan olëh Baginda naik bermain-main didarat!" Sahoet Nachoda: „Insja Allah!" Laloe toeroenlah ia kedarat serta dengan persembahannja.

Setelah ia sampai maka menteripoen bersembahkan^. Nachoda, toeankoe! ada bersama-sama patik bawa.^ Titah Baginda: „Pergi panggil Nachoda itoe masoek! Maka dipanggil olëh bedoeanda akan Nachoda itoe, katanja: „Ja toeanhamba, dipersilakan oleh Baginda masoek!" Nachoda itoe poen masoek. Serta terpandang olëh Baginda, ditegoernja: „Marilah Nachoda, silakan doedoek!" Nachoda Moeda itoe menjembah, laloe doedoek. Maka Baginda poen menjorongkan poea^

Sluiten