Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

koe, disoeroeh patik membawa goendik Nachoda itoe!" Setelah berpesan, laloe ia berdjalan bersama-sama dengan hambanja itoe pergi mendapatkan Baginda.

Hatta maka sampailah merêka itoe kepada Baginda, laloe hamba itoe ditegoer olëh Baginda itoe, titahnja: „Marilah hai soeroehan Nachoda! Apakah chabar jang engkau bawa?" Sembah soeroehan itoe: „Adapoen patik ini disoeroeh oleh Nachoda membawa goendiknja akan djadi persembahan Nachoda; karena Nachoda hendak bertemoe, ada 'oezoernja, sakit kepala, toeankoe!" Setelah dilihat Baginda goendik Nachoda itoe, maka tertjenganglah ia seketika, laloe berkata: „Bawalah masoek goendik Nachoda ini!" — seraja berpesan: „Salam kita kepada Nachoda; djikalau sëhat ia, biarkh ia datang kemari, karena rindoe hati kita akan dia.' Setelah soedah Baginda berpesan masoeklah ia mendapatkan goendik Nachoda itoe, laloe dipakainja.

Ada beberapa hari antaranja, maka berpikirlah Baginda: „Baiklah akoe kembalikan goendik Nachoda itoe, ^sebab ia sakit menahankan maloenja kepada akoe!" — laloe disoeroeh Baginda kepada seorang bedoeanda bawa poelang goendik Nachoda itoe, titahnja: „Sampaikan salam kita kepada Nachoda; menerima kasih kita kepada Nachoda!" Maka berdjalanlah bedoeanda dengan goendik Nachoda itoe.

Setelah sampai, maka bedoeanda itoe bertanja: Dimanakah Nachoda?" Sahoet orang kapal: „Nachoda sakit; tiada boleh bertemoe dengan orang." Kata soeroehan itoe: „Hamba ini disoeroeh Baginda membawa goendik Nachoda ini serta menjampaikan salam

Sluiten