Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

dan kekanan akan mengetahoei keadaan didalam dan perkakas roemah itoe. Bahwa sanja roemah itoe hanja seboeah pondok jang soedah boeroek, sekadar tjoekoep akan melindoengi dari pada panas dan dingin sadja; dan perkakas roemah poen ta' adalah lain dari pada sehelai tikar permadani jang hampir loesoeh, seboeah pelita jang diperboeat dari pada beling, seboeah bantal, seboeah gamboes dan lagi doea, 'tiga boeah piring mangkoek.

Setelah doedoeklah soedah derwis itoe, maka bertanjalah ahli bait itoe; demikian katanja: Hai derwis! Mengapa maka toeanhamba sampai sedjloeh malam ini masih berdjalan djoega menoentoet rezeki?"

Maka pertanjaan itoe didjawab olëh Baginda demikian: „Pada sehari tadi hamba telah keloear dari ïoemah hamba pada pagi-pagi hari; maka telah penata hamba berdjalan berkeliling negeri ini; tiada baïang seorang djoeapoen jang memberi derma'"

„Djikalau begitoe," kata ahli bait, „tentoelah toeanhamba beloem mendapat barang soeatoe makanan." „Sebenarnja demikiaulah djoega."

„Wah, kasihan benar, derwis! Makanlah olëh toeanhamba dengan segala kesoekaan apa jang ada pada hadapan toeanhamba ini dari pada serba makanan dan minoeman. Inilah rezeki toean dari pada Toehan kita!" F

„Alhamdoe li'llahi rabbi'1 'alamin, sjoekoer! Marilah kita bersama-sama makan, ja toean!"

Maka berapa besar hati ahli bait itoe mengawani 'awdnnja itoe memakan makanan dan meminoem

Sluiten