Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

„Sebenamjalah kata toeanhamba itoe. Akan hamba inipoen tiada djoega hendak meminta-minta; tetapi apa 'akal hamba? karena ta' tahoelah dan ta' dapatlah hamba mentjahari pekerdjaan."

„Ah masa! Djika sebenarnja ditjahari, masakan tida' dapat; asal hendak, dapatlah!"

„Adakah toean rëda membawa hamba bersama-sama dalam pekerdjaan toeanhamba?"

„Dengan segala soeka hati hamba seorang berolëh kawan."

„Apabilakah bolëh hamba toeroet?"

„Djika ta' ada 'oezoer, ësoklah; apatah salahnja?"

„Baiklah toean; ësok hamba toeroetlah!"

„Bawa sadjalah sebilah kapak atau lading, djadilah; bolëhlah kita bersama-sama masoek hoetan mentjahari kajoe."

„Mohonlah hamba, toean, kembali!"

„Baiklah, tetapi hamba harap djika ada kerêdaan toeanhamba, hamba hendak bermain-main sedikit, menoendjoekkan besar hati hamba berolëh kawan sebagai toeanhamba ini: pandjang besar, lagi tegap."

„Permainan apa, toean?"

„Tegaklah toean menari atau berdana, soepaja hamba penting gamboes ini."

Maka bermainlah bersoeka-soekaan orang kedoea itoe dengan amat manis lakoenja dan soeka hatinja, berganti-ganti menari dan mementing gamboes. Penatpenat beidana, bernjanji dengan beberapa lagoé~jahg merdoe-meidoe. Maka setelah beberapa lamanja merëka itoe bermain-main bersoeka-soekaan demikian itoe, maka

Sluiten