Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

berani memakai orang, sebab demikian titah Bagmda.

„Lalim boekan-boekan Radja kita: seroepa itoe menoetoep pintoe rezeki hamba ra'iatnja. Lebih ...

„Apa lebih; apa lebih? — Asal hendak bergerak,

masakan peroet ta sesak! . .

„Dari mana toean dapat makanan ini?

Maka mendjawablah Sjëch Makboel:

„Allah ta'ala bersifat kaja,

Rahman dan rahim itoelah dia;

Rezeki machloek diakoeinja,

Petang dan pagi tiada chalinja!

Laloelah dipentingnja gamboes sambil bernjanji dan dianggoeknja kawannja mengatakan soeroeh tegak menari Maka berdirilah Baginda menari, laloe ditoeroetkan poela olêh Makboel. Maka 'asjiklah kedoeanja menari, sampai djatoeh bangoen; demikianlah soekanja merëka itoe. Maka tatkala penatlah rnereka itoe, laloe doedoek minoem makan serta bertjakap ini itoe. Maka penghabiskan tjakap merëka itoe, Baginda berdjandji ésok hari hendak toeroet mengambil oepah pada benara itoe. Setelah habislah tjakap perdjandjian itoe, maka bermohon poelang Baginda dengan memben

salam kepada Makboel. _

Setelah Baginda sampai keistananja, maka dititahkannja panggil seorang hoeloebalang. Setelah hoeloebalang itoe tiba dan menjembah mendjoendjoeng do , maka Baginda poen bertitah: „Hoeloebalang. so pagi-pagi pergilah engkau mendjempoet benara itoe,

bawa kemari!"

Sluiten