Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Sembah hoeloebalang itoe: „Toeankoe!"

Setelah pagi-pagi hari segeralah djoega hoeloebalang itoe pergi mendapatkan benara, laloe dibawanja kedalam masoek menghadap. Demi dilihat olëh Baginda benara itoe datang, dari djaoeh-djaoeh telah Baginda bertitah, titahnja: „Benara!"

Sembah benara: „Toeankoe!"

„Semendjak dahoeloe selamanja pakaiankoe poelang baik; tetapi sekarang ini, lihat ini... semoea kojakkojak! Barangkali engkau ada memakai orang baharoe; baik ditjahari sahadja jang lain; tentoe orang baharoe itoe ta' baik dipakai."

„Toeankoe, patik mohon ampoen, beriboe kali ampoen! Sesoenggoehnja demikianlah halnja; tetapi tentoelah seketika ini djoega akan patik enjahkan patik itoe, toeankoe!"

„Ia soedahlah!"

Adapoen marahnja benara itoe kepada Makboel tiadalah berhingga; sebab karena dialah maka Baginda itoe moerka. Setiba ia diroemahnja, dilihatnja Sjëch Makboel soedah ada menantikan dia; laloe Makboel itoepoen memberi salam kepada benara itoe dengan pengharapan jang baik, katanja: „Assalamoe 'alaikoem!"

„Ia, salammoe itoe akoe terimalah; tetapi meskipoen akoe berdjandji dengan engkau hari ini akan membasoehkan kain-kainkoe, sekarang ta' djadilah engkau mengerdjakan pekerdjaankoe; sebab ini akoe baharoe dari dalam; akoe dititahkan Radja menghadap. Maka Baginda terlaloe moerka akan dakoe, sebab banjaklah pakaian jang kojak-kojak olëhmoe. Soedahlah, soedah!

14

Sluiten